BAB IV
ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDI ISLAM
A.
PLURALISME
1.
Relasi sosial atau hubungan sosial satu kelompok agama
dengan antar kelompok agama membuka dua pilihan yaitu harmoni dan konflik.
Sebab dalam satu kelompok mesti tidak ada yang homogen (sejenis) oleh sebab itu
terkadang dalam suatu kelompok dapat tercipta suasana yang harmonis dan dapat
berubah menjadi konflik apabila terjadi pertentangan didalamnya.
2.
Pluralisme adalah meyakini agama yang dianut sebagai yang
paling benar dan secara sosial harmonis dengan kelompok atau agama yang
berbeda.
3.
Konfik berawal dari suatu prasangka yang datang hanya dari
satu sudut pandang. Konflik bisa terjadi dimana saja, mulai dari lingkup sosial
terkecil, yaitu keluarga, relasi antar
tetangga, antar kampung, antar uetnis, hingga komunitas yang jauh lebih besar,
yaitu Negara.
4.
Linier dan sirkuler
5.
Solusi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan konflik adalah
6.
Fenomena konflik berlatar belakang agama sesungguhnya
melahirkan paradoks dalam agama sendiri. Paradoks adalah dimana terjadi perbedaan
antara yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan.
7.
Islam mengajarkan kebaikan, bilamana terjadi konflik atau
timbul masalah maka yang salah atau yang bermasalah adalah pemeluknya. Sebab
pada hakikatnya Islam hanya mengajarkan tentang kebaikan, tinggal bagaimana
para pemeluknya menjalankannya, konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan
cara menjalankan ajaran yang telah diperintahkan.
8.
Ada yang berpendapat bahwa pluralisme sama dengan
relativisme. Relativisme adalah pandangan yang melihat tidak ada kebenaran yang
mutlak atas sebuah agama. Namun pada hakikatnya esensial pluralisme tidak sama
dengan relativisme yang meletakkan kebenaran atas suatu nilai pada pandangan
hidup atau kerangka berfikir seseorang atau masyarakat.
9.
Selain itu ada pula yang menyamakan pluralism dengan
sinkritisme. Sinkritisme adalah sebuah paham atau keyakinan “gado-gado” yang
meramu unsure-unsur tertentu dari masing-masing agama, kemudian memformulasi
dalam bentuk keyakinan atau bahkan agama baru. Contohnya agama Sikh, yaitu
agama yang didalam ajarannya terdapat perbaduan antara Islam dengan Hindu.
10. Dalam kerangka membangun kesadarn
pluralisme dialog mempunyai peran yang sangat penting. Mengembangkan dialog
dapat dilakukan dalam empat tingkat komunikasi manusia.
·
Dialogue of hearts : rasa sebagai bersaudara, sesama
makhluk Tuhan, sesama manusia.
·
Dialogue of life : menegakkan nilai-nilai kehidupan
kemanusiaan.
·
Dialogue of peace : keberanian untuk memperbincangkan
Tuhan dan manusia dalam kedamaian.
·
Dialogue of silence : dimana Tuhan berbicara kepada
manusia.
11. Untuk menghasilkan hubungan inklusif
antar agama melalui dialog, ada sepuluh prinsip yang harus dipegangi :
a.
Tujuan pertama dialog adalah untuk belajar mengubah dan
mengembangkan persepsi dan pengertiana tentang realitas, dan kemudian berbuat
menurut prinsip yang harus apa yang sesungguhnya diyakini,
b.
dialog antar agama merupakan suatu proyek intern dari
masyarakat atau penganut agama yang berbeda.
c.
dalam berdialog harus dengan kejujuran, ketulusan dan
sikap saling percaya,
d.
setiap peserta dialog harus mendefinisikan dirinya
sendiri,
e.
setiap peserta dialog tidak boleh bersikap frontal dalam
mengeluarkan pendapatnya,
f.
dialog hanya bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang setara
(par cum pari),
g.
dialog harus dilaksanakan atas dasar saling percaya,
h.
orang-orang yang berdialog harus bersikap kritis, baik
terhadap diri sendiri maupun terhadap agama yang dianut,
i.
setiap peserta dialog akhirnya harus mencoba memahami
agama mitra dialognya dari dalam.
j.
dalam dialog antar agama, orang tidak boleh membandingkan
idealismenya dengan praktik mitra dialognya.
12. Oleh – oleh :
Ø Dialog bertujuan untuk membangun
pemahaman.
Ø Jangan putus asa dan manfaatkan apa
yang ada untuk sukses.