Studi Islam di Indonesia
1. Ada beberapa persepsi tentang masuknya Islam ke
Indonesia, ada yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia pada abad 8 dan ada
yang berpendapat Islam masuk pada abad 12. Islam masuk ke Indonesia tidak hanya
sekedar menyebarkan Islam melainkan dengan proses belajar.
2. Adanya pengaruh Timur Tengah dan Asia Selatan.
Contohnya orang-orang yang studi di Arab, Mesir, pulang membawa pengaruhnya dan
sebagai contoh hasilnya adalah lahirnya Muhammadiyah dan NU.
3.
Sebelum tahun ’70-an adalah masa stagnan di
Indonesia sebab pada saat itu tidak banyak hal yang berubah, perubahan hanya
terjadi disistem pemerintahan saja.
Pada tahun ini Islam dipahami dengan
pendekatan teologis – normatif (mengerjakan yang sudah ada tanpa ada kritisi)
alu seiring berjalannya waktu muncul pendekatan baru yaitu pendektan
sosio-historis (mengkritisi sesuatu sesuai dengan kontekstualisasi). Contoh al
Qur’an, hadis, turats (kitab2 kuning) jika dengan pendekatan
teologis – normative hanya dibaca saja tanpa mengkritisi sedangkan dengan
pendekatan sosio-historis tidak hanya dibaca saja melainkan juga dikritisi
dengan kontekstualisas (sesuai dengan keadaan yang ada).
4. Selanjutnya pada tahun 1970-an Nurcholis Madjid
dengan slogannya “Islam Yes, Partai Islam No”
telah membangkitkan kembali pemikiran modern dengan menggunakan istilah
neo-modernisme. Pada saat itu orang-orang sangat sektarian (mengunggulkan
ajaran kelompoknya) dan Islam formalis (Islam hanya dijadikan formalitas saja
dan tidak memperjuangkan agamanya).
5. Kemudian pada tahun 1980-an banyak lulusan dari
Barat di Indonesia yang melahirkan metodologi baru.
Oleh-oleh:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar