Selasa, 19 Mei 2015

MSI 8

Studi Islam di Indonesia
1.     Ada beberapa persepsi tentang masuknya Islam ke Indonesia, ada yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia pada abad 8 dan ada yang berpendapat Islam masuk pada abad 12. Islam masuk ke Indonesia tidak hanya sekedar menyebarkan Islam melainkan dengan proses belajar.
2.   Adanya pengaruh Timur Tengah dan Asia Selatan. Contohnya orang-orang yang studi di Arab, Mesir, pulang membawa pengaruhnya dan sebagai contoh hasilnya adalah lahirnya Muhammadiyah dan NU.
3.      Sebelum tahun ’70-an adalah masa stagnan di Indonesia sebab pada saat itu tidak banyak hal yang berubah, perubahan hanya terjadi disistem pemerintahan saja.
Pada tahun ini Islam dipahami dengan pendekatan teologis – normatif (mengerjakan yang sudah ada tanpa ada kritisi) alu seiring berjalannya waktu muncul pendekatan baru yaitu pendektan sosio-historis (mengkritisi sesuatu sesuai dengan kontekstualisasi). Contoh al Qur’an, hadis, turats (kitab2 kuning) jika dengan pendekatan teologis – normative hanya dibaca saja tanpa mengkritisi sedangkan dengan pendekatan sosio-historis tidak hanya dibaca saja melainkan juga dikritisi dengan kontekstualisas (sesuai dengan keadaan yang ada).
4.    Selanjutnya pada tahun 1970-an Nurcholis Madjid dengan slogannya “Islam Yes, Partai Islam No”  telah membangkitkan kembali pemikiran modern dengan menggunakan istilah neo-modernisme. Pada saat itu orang-orang sangat sektarian (mengunggulkan ajaran kelompoknya) dan Islam formalis (Islam hanya dijadikan formalitas saja dan tidak memperjuangkan agamanya).
5.    Kemudian pada tahun 1980-an banyak lulusan dari Barat di Indonesia yang melahirkan metodologi baru.

   Oleh-oleh:
*     Kunci sukses seseorang adalah dengan “Manajemen diri”
*    Energi hidup terbatas, yang dapat membuat orang maju adalah “Semangat”, ada yang berpendapat bahwa pengaruh IQ hanya 10% sedangkan yang 90% adalah semangat. Bagi Thomas Alpha Edison peran IQ hanya 5% dan yang95 % adalah kerja keras.
*      3H : Hand (kerja keras)              Head (kerja cerdas)              Heart (kerja ikhlas)
*      Belajar harus disyukuri untuk itu diperlukan kerja keras.
*      Jangan pernah mengambil kesimpulan dari suatu permasalahan sebelum melihat dari   berbagai aspek secara lebih luas.
* Orang hanya bisa hidup layak hanya dengan menyumbangkan satu keunikan/keterampilan diri dengan serius.